-
Siroh Misinformation Syndrome

Kenali Gejalanya, Hindari Kesalahannya! Banyak orang belajar siroh kayak scroll media sosial: serba cepat, fokus ke yang seru-seru, tapi minim refleksi. Saya nyebut fenomena ini -> Siroh Misinformation Syndrome. Dan yes, ini nyata banget. Berikut tiga gejala paling umum yang sering banget kejadian. Cek ricek, bisa jadi kamu juga pernah ngalamin . . Gejala #1:…
-
Siroh: Bukan Teori di Buku, tapi Aplikasi di Kehidupan

Di era kita yang serba digital, kita pasti akrab banget sama yang namanya aplikasi. Kita pakai aplikasi buat navigasi jalan, edit foto, atau komunikasi. Nah, coba deh bayangin kalau siroh itu adalah aplikasi personal growth yang paling canggih dan dirilis oleh “developer” terbaik. Gimana cara kita pakai “aplikasi” ini biar enggak cuma jadi ikon di…
-
Momen Paling Relatable (Buat Saya): Saat Nabi Healing ke Thaif

Dari semua kisah Nabi Muhammad yang luar biasa, ada satu momen yang paling nempel di hati saya dan bikin ngerasa, “Ya Allah, ternyata saya banget!” Bukan kisah Perang Badar yang epic, bukan juga kisah Nabi jadi pemimpin super. Tapi, justru momen paling “manusiawi” saat Nabi Muhammad lagi down banget. Saat Nabi healing ke Thaif. Jadi,…
-
Misi: Reading Challenge Biar Makin Jago Literasi Siroh!

Siapa bilang baca buku siroh itu kuno dan bikin ngantuk? Justru, di era banjir informasi ini, punya “Literasi Siroh” itu kayak punya superpower buat nyaring mana yang hoax dan mana yang beneran worth it. Ini panduan misi baca buku siroh dari nol ala-ala saya, biar kamu nggak cuma baca, tapi beneran dapat insight-nya. .. Level…
-
Siroh di Tengah Gempuran Konten: Relevan Banget, Malah Makin Penting!

Well.. Via IG, tiktok, thread, juga youtube, sepakat lah yaa kalau ada banyak banget konten yang bikin semangat. Dari life hacks, tips produktivitas, mindset positive, sampai kisah-kisah sukses orang. Itu keren! Tapi, ada satu hal yang bikin siroh itu beda dan nggak bakal terganti, bahkan di era digital ini. Konten-konten keren itu dibuat oleh orang-orang…
-
Siroh yang “Hidup”, Bukan Sekadar Data Kering!

Gini lho, kalau buku sejarah biasa itu fokusnya ke fakta, angka, dan urutan kejadian. Penting, sih, buat tahu apa yang terjadi. Tapi, seringkali kita cuma jadi penonton. Contohnya, kamu baca tentang Perang Badar, tahu tahunnya, siapa aja yang ikut, dan hasilnya gimana. Udah. Nah, kalau siroh yang “hidup” itu jauh lebih dari itu. Ini tentang…
-
Sekelumit Pikiran untuk ‘Layar Terkembang’

Membaca kembali buku ini setelah bertahun-tahun lampau, ternyata ‘rasa’nya sudah beda. Dulu takjub sama sosok Tuti. Mandiri, tau apa yang jadi prioritas hidupnya, bisa mempertahankan diri. Pernah mengangankan kehidupan seperti halnya Tuti. Sekarang bablas ga ingin. Ngeri. Perjalanan hidup itu kan ghaib ya. Ga ada satu orangpun yang tahu gimana persisnya jalan kehidupannya kelak. Dan…
-
Baca dan Lalu Tulislah Isi Pikiranmu

Beli buku ini pas IBF tahun berapa ya waktu itu.. 2022? 2023? Sampai lupa. Baru buka segel kemaren dan mulai baca. Novel pertama belum tuntas baca, baru sampai di halaman 154. Kecepatan baca sudah ga secepat dulu yaa.. sekarang jadi lebih lambat, banyak mem-visualisasikan dalam benak setiap kalimat yang terbaca. Kalau sebelumnya, baca karya Buya…
-
MELINGKAR

Serangkaian perjalanan kehidupan, terkadang tampak dramatis. Ada satu masa misalnya, entah bagaimana, Allah pertemukan dengan komunitas ini. Ada kecondongan hati ingin merapat, hingga akhirnya bertekad mendekatkan diri. SNC. Dibaca esensi, tapi sampai sekarang lidah saya kalo nyebut masih berlafal esenci. Masih mending lah yaa.. karena ternyata ada juga yang nyebut es en ce 😄 Hayooo…
-
Memanggil Pegiat Literasi 📣

Baca buku itu tidak hanya mengajarkan tentang apa isi buku. Proses membaca mengajarkan tentang: ✔️ Kesabaran: tiap abjad yang perlu dibaca sesuai konteksnya, melatih kesabaran untuk mencerna. Pembaca belajar tentang mengalami. Jalan panjang menuju memahami sesuatu hal. Tak ada jalan pintas. Tak ada jalur instan untuk pemahaman atas ilmu. ✔️ Ketelitian: proses membaca menuntut ketelitian…









