Help you to be empowered with self-acceptance through life reflection

MELINGKAR

Serangkaian perjalanan kehidupan, terkadang tampak dramatis. Ada satu masa misalnya, entah bagaimana, Allah pertemukan dengan komunitas ini. Ada kecondongan hati ingin merapat, hingga akhirnya bertekad mendekatkan diri.

SNC. Dibaca esensi, tapi sampai sekarang lidah saya kalo nyebut masih berlafal esenci. Masih mending lah yaa.. karena ternyata ada juga yang nyebut es en ce 😄 Hayooo siaapaaaa.. sinih cunghand 😆

Spirit Nabawiyah Community. Tempat para membernya melabeli diri dengan Pejuang Siroh. Yaitu orang yang berupaya menghidupkan siroh dalam keseharian. Hah? Apa maksudnya menghidupkan siroh? Ya, kami berupaya untuk menjadikan karakter-karakter mulia yang ada pada kisah siroh sebagai karakter-karakter kami.

Misal, Rasulullah itu suka bekerja. Beliau membawa sendiri barang dagangannya ke pasar, padahal mah bisa aja kalau beliau itu memerintahkan para sahabat untuk bawain. Tapi beliau ga mau.

Dari sepenggal kisah ini, kami menerapkan pada aktivitas sehari-hari. Tentang kebermanfaatan diri. Bahwa pekerjaan-pekerjaan kami, sudah selaiknya kami tunaikan dengan sepenuh amanah, dengan tingkat antusiasme orang yang suka bekerja.

Atau misalnya, Ummu Salamah yang dengan kesabaran tanpa batas, terus menunggu takdir-Nya yang mempertemukannya kembali dengan anak dan suami, tanpa berputus asa melangitkan doa dan harapan-harapan.

Dari Ummu Salamah, kami belajar tentang doa yang terus menerus dipanjatkan, tentang harapan dan cita, tentang keyakinan pada takdir-Nya, tentang prasangka baik pada Allah yang Esa. Maka dalam keseharian, kami berupaya, untuk terus menjadi hamba-Nya yang berdoa dengan sepenuh keyakinan atas takdir-Nya.

Demikianlah, di SNC, kami berkumpul untuk melingkar. Berharap lingkaran ini akan terus membesar, membesar dan membesar. Melintasi generasi, bahkan ketika kami tak lagi ada, generasi anak-anaklah yang akan meneruskan. Ada yang pergi, tentu saja, ini sunatullah, dengan beragam alasan menyertai kepergian. Tapi juga ada yang datang, insyaAllah.

Tak ada yang sederhana ketika melibatkan aksi-aksi kebaikan. Setiap momentum yang terjadi, adalah bagian dari pertumbuhan SNC. Jika kami ada karena Allah, maka tak perlu kami tiada karena manusia.

Gelak tawa, derai tangis, keduanya akan selalu menjadi bagian dari kehidupan. Melingkar bersama SNC, menjadikan tawa dan tangis sebagai satu kesatuan perwujudan penghambaan pada-Nya. Bagi saya, fakta bahwa SNC adalah kendaraan yang membuat saya jadi lebih mengenal Allah dan Rasulullah, sudah mencukupi untuk terus setia ada disini. Saya, insyaAllah sudah ada di kapal yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *