Siroh Membuat Hidup Saya Lebih Hidup

Ada satu masa, dimana saya merasa hidup kok begini-begini saja. Sebagai ibu rumah tangga, ngurus anak, rumah, aktivitas sosial, dampingi suami. Sebuah pekerjaan yang ga ada selesainya. Dari bangun tidur sampai kemudian bangun lagi (bahkan dalam mimpipun, rutinitas itu hadir!) 😩

Lelah? Jelas.
Jenuh? Wajar.

So, whats next?
Apa yang bisa saya lakukan untuk keluar dari zona rutinitas ini? Pikiran saya terasa kusut masai.

Jangan salah. Saya mencintai anak-anak saya, dan saya ingin menjadi bagian besar dalam proses tumbuh kembang mereka. Saya juga mencintai peran saya sebagai ibu. Melahirkan dan merawat anak adalah anugerah yang luar biasa. Menyaksikan kaki-kaki mungil itu tertatih-tatih ke arah saya seraya merentangkan tangan lebar-lebar, sungguh tak terkatakan bahagianya. Atau ketika rambut kusut berantakan, namun binar mata kecil itu tampak begitu memuja saya, ah jadi merasa bidadari yang paling cantik di bumi ini 🥰

Tapi, lagi-lagi, lelah itu menggerus, jenuh itu terselip begitu saja pada waktu-waktu yang terduga.

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

[QS. Al-Ahzab:21]

Saya lupa kapan persisnya saya memperhatikan dengan seksama ayat ini. Tapi ayat inilah yang membuat saya tersadar untuk mulai mendalami kisah-kisah siroh. Saya ingin rahmat Allah melingkupi kehidupan saya. Saya ingin kelelahan saya tetap bernilai di hadapan-Nya. Saya ingin ada keberkahan dalam tiap rutinitas saya.

Buku MUHAMMAD TELADAN SEPANJANG ZAMAN (dulu Muhammad Teladanku) sangat membantu proses pemahaman saya. Bahasa yang ringan, diulas secara runut dengan desain yang menarik. Setiap selesai membaca satu halaman, saya penasaran dengan kisah berikutnya. Lanjut baca, lanjut lagi, dan lanjut terus. Demikian berulang.

Dan saya menemukan bahwa kelelahan? Itu pasti. Jenuh? Itu wajar.
Menjadikan keduanya sebagai sesuatu yang B ajah, bukan masalah besar, adalah keniscayaan.

Setelah bertahun-tahun belajar tentang siroh, perubahan apa yang terjadi?

Aktivitas saya masih sama. Ngurus anak, rumah, aktivitas sosial, dampingi suami. Sebuah pekerjaan yang ga ada selesainya. Dari bangun tidur sampai kemudian bangun lagi (bahkan dalam mimpipun, rutinitas itu hadir!). Dejavu ndak bacanya? 🤣

Bedanya adalah saya kini lebih memaknai aktivitas, memaknai rutinitas.

Saya tahu, dalam menu sup yang jadi andalan (nyaris tiap hari masak sup 😄), ada doa yang terlantun untuk makanan halal bagi anak-anak dan suami, juga ekspresi hemat mengelola keuangan rumah tangga, juga menu sehat olahan rumahan.

Saya tahu, setiap jengkal sapuan saya adalah perwujudan dari menciptakan lingkungan yang sehat untuk anak-anak, juga bagian dari kesyukuran atas curah limpah kasih sayang-Nya memberikan aneka kebutuhan dunia pada keluarga kami. Alhamdulillaah kulli hal.

Dari kisah-kisah keteladanan, saya belajar untuk mensyukuri nikmat dengan cara yang Rasulullah lakukan. Maka, ya, siroh membuat hidup saya lebih hidup.

📚 STARS kisah siroh yang disajikan secara tematik dengan media komik

📚 AARK mengenalkan ketauhidan pada Allah melalui peneladanan sifat-sifat Allah (Asmaul Husna)

📚 Seri MIM membantu menjawab berbagai pertanyaan anak dengan membentuk tauhid yang kuat sejak dini

🔑 Mau jadi bagian dari tim Sygma Learning Consultant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *