I Am A Mom

Masih tentang dua garis pertama, yang kemudian menjelma jadi jerit tangis bayi di keheningan malam. Ngedengerin makhluk yang tampak rapuh itu menangis, awalnya bahagia banget. Hehhehehehe.. i am a mom. Jemari kecilnya refleks menggenggam telunjuk saya. Hei.. coba deh perhatiin, matanya kayak saya kan yaa.. rambutnya kayak saya.. idungnya juga 😄😄😄

Nyari-nyari persamaan itu bikin hati mengembang penuh cinta. Senyum terus menyemai di wajah saya.

Sampai kemudian, keluar dari ruang bersalin, dan perjuangan meng-ASI-hi dimulai. Huuuaaaa… perih 😖😖

Kok sakit yaaa.. kok lecet yaaa.. kok dia nangis melulu. Trus jadi ikutan nangis 😑

Pada titik itu, sebuah kesadaran menghampiri, ikut kelas parenting, kelas persiapan menjadi ibu, berburu artikel-artikel pengasuhan, tips menjadi ibu yang dirindukan dll, kesemuanya itu baru satu tahap menuju pembelajaran berikutnya. PRAKTEK. Mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat dalam keseharian. Bukan magang menjadi ibu, tapi langsung jadi ibu betulan, dengan bayi betulan.

Ketebak lah yaaaa.. antara harapan dan realitas saling silang 🤭

Harapannya mendekap bayi, menimang-nimang dengan sepenuh cinta sepanjang hari.

Realitasnya, i want to sleep. Ngantuuukkkk beraaaaatttt… tolong dong jagain bayiku 10 menit saja. Ku mau tidur sebentar saja 😴🥱

Me time itu keniscayaan. Ga pa pa loh kalo seseibu minta waktu untuk sendirian. Boleh kok seseibu mengibarkan bendera putih sebentar.

Ber-me time, bukan berarti ga sayang sama anak. Justru karena sayang sama anak dan ga pengin anak jadi pelampiasan emosi yang memuncak, perlu disediakan ruang bagi ibu untuk ber-me time. Me time ga harus lama dan ga harus bepergian jauh. 30 menit tidur siang tanpa interupsi anak-anak, bisa jadi sudah cukup. Ngerjain aktivitas yang berkaitan dengan hobi, bisa jadi me time yang produktif. Atau 1 jam pijat homecare.

Bekerja dan istirahat bukanlah kutub yang berlawanan.

Istirahat adalah pasangan dari bekerja. Saling melengkapi.

-Alex Soojung-Kim Pang-

Menjadi ibu, adalah peran seumur hidup. Namun bukan berarti hidup melulu tentang anak. Ada peran sebagai hamba Allah yang tak kalah pentingnya. Mengembangkan potensi yang ada dalam diri sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *