Merasa Bersalah atas Kurangnya Waktu

Memiliki banyak peran, menghadirkan konsekuensi yang ‘rasanya’ kerapkali tak tertanggungkan. Sebagai ibu, ada anak-anak yang perlu diprioritaskan. Mulai dari pemenuhan gizi, penyusunan kurikulum pengasuhan, pendampingan tumbuh kembang, monitoring minat bakat, dan lain sebagainya. Sebagai ibu, 24 jam terasa sangat singkat. Rasanya, tidak ada pekerjaan yang benar-benar usai dalam sehari.

Belum lagi peran-peran yang lain. Sebagai istri, sebagai anak, sebagai saudara, sebagai teman, sebagai tetangga, sebagai bagian dari komunitas, dan lain-lain. Lalu ditambah lagi menjadi mompreneur. Aktivitas yang tidak sederhana, untuk melakukan segala yang perlu dilakukan.

Mompreneur seringkali merasa bersalah karena merasa kurang memberikan waktu yang cukup bagi keluarga atau bisnis. Rasa bersalah yang menggeroti identitas diri, hingga menjadi kontra produktif.
– anak sakit, tapi perlu presentasi –
– suami minta didampingi, tapi lagi ada prospek yang peluang closingnya besar –
– rumah berantakan, tapi saat ini sudah mepet deadline –
– lapar banget, tapi adrenalin bikin konten sedang tinggi-tingginya –

Ada beragam pilihan aktivitas yang bisa dilakukan mompreneur, dan masing-masing ada konsekuensinya. Bisakah semuanya seimbang? Bagaimana cara mengatasi rasa bersalah yang kerap muncul ketika salah satu peran terabaikan?

Coming soon: KELAS MOMPRENEUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *