Pilah-pilah Siapa yang Difollow

Pikiran kita dipengaruhi dengan apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Pikiran kita mempengaruhi setiap keputusan yang kita ambil. Maka jika ditarik dalam garis lurus, untuk menghasilkan keputusan yang positif, kita perlu memilah-milah, mana yang perlu kita lihat dengan seksama, mana yang perlu kita dengarkan dengan sepenuh hati, dan mana rasa yang perlu kita hadirkan.

Berhati-hatilah dalam memutuskan siapa yang kita follow. Sebab setiap lisan dan tulisannya, bisa jadi berpengaruh besar terhadap pola pikir kita. Lisan dan tulisan yang biasa mencemooh, mengeluh, mencerca dan menghakimi tanpa mengumpulkan fakta, hanya akan membawa kita pada ketidakberdayaan. Sebaliknya, lisan dan tulisan yang berisi motivasi dan inspirasi kebaikan, akan menstimulus kita untuk melakukan beragam kebaikan-kebaikan.

Mereka yang kita follow, sejatinya adalah lingkungan yang kita bentuk untuk membentengi diri. Jika untuk mendidik seorang anak itu membutuhkan orang sekampung, maka demikian halnya dengan kita. Terdidik oleh lingkungan yang kerap mengambil atensi kita.

Keputusan memilah ada di tangan kita sendiri. Mari lihat kembali, siapa saja yang kita follow? Adakah mereka membawa kebaikan-kebaikan pada kita? Atau malah sebaliknya?

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari)

Lalu, mari bercermin, adakah kita menjadi seseorang yang pantas untuk di-follow? Sudahkah kita membawa motivasi dan inspirasi untuk menstimulus followers melakukan kebaikan-kebaikan? Mulutmu harimaumu. Lisan dan tulisan yang tergelincir, akan meninggalkan jejak meski telah terhapus. Maka berhati-hatilah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *