Tiga Kesyukuran dalam Hidup

Gelenyar bahagia membuncah memenuhi hati tatkala menyadari bahwa ku dikelilingi oleh orang-orang yang senantiasa mengajak dalam aktivitas-aktivitas kebaikan. Diingetin untuk rutin bersedekah, di kala lapang maupun sempit. Diingetin untuk memupuk sabar alih-alih memfasilitasi amarah. Diingetin untuk menulis yang baik-baik saja, alih-alih mengeluh dan berkesah. Bahkan diingetin untuk ga nyureng melulu, hahahhahhh… senyum Ul, senyum…

Maka setiap resah, akan berlalu dengan aneka ragam aktivitas yang perlu dikerjakan. Setiap gelisah, tertangani dengan solusi yang hadir karena pikiran terbuka menerima segala sudut pandang suatu masalah.

Berada dalam lingkungan orang-orang baik, adalah kesyukuran yang tidak tergantikan. Sungguh ku tak mau melepasnya. Menuruti nasehat Ustad Lukmanulhakim, “dalam hal kebaikan, diajak ikut, ga diajak nyusul.” Akan kugenggam erat tangan-tangan yang menawarakan persahabatan ini. Dan kan ku ikuti selalu selagi mereka membawaku menuju Surga-Nya.

Nikmat lain yang juga menjadi kesyukuran tak berkesudahan, adalah nikmat menggenggam iman. Iman ini belum sempurna, bahkan masih jauh dari sempurna. Keterbatasan ilmu membuatku tertatih-tatih menjaga iman. Namun apatah daya kita bukan? Takkan mampu menjaga hati tanpa pengawasan-Nya. Maka jika hari ini ku merasakan candu dalam sujud-sujud panjang, sungguh sepenuh harap, semoga candu itu adalah penanda bahwa Allaah ridho atas doa-doa yang terlantun.

Yang ketiga adalah peran dan amanah yang ku emban. Ya, ada kalanya ku merasakan kelelahan teramat sangat. Tak hanya fisik tapi juga pikiran. Mengapa tak henti-hentinya pikiran ini berimaji dan menyusun strategi? Tapi ku sadar sepenuhnya. Peluang bergerak, mengerjakan sesuatu hal, adalah kesempatan yang tak semua orang punya. Peran dan amanah adalah sebuah kemewahan tanpa harga. Sudah selaiknya, untuk menunjukkan kesyukuran atas peran dan amanah ini, ku melakukan yang terbaik. Menjadikan setiap tindakan sebagai bekal berpulang dengan menjaga kehalalan prosesnya dari hulu ke hilir.

Demikianlah, tiga kesyukuran dalam hidup yang menghampiri kehidupan. Semoga dalam perwujudannya, semakin mendekatkan diri pada pintu-pintu surga-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *