Perempuan Tangguh

Ada banyak perempuan tangguh, yang berpeluh tanpa suara. Ya, barangkali ada keluh, namun hidup mengajarkan bahwa keluhan tak akan membawa perubahan nyata.

Menikah adalah bab mengawali kehidupan dengan sepenuh harap. Dalam prosesnya, tiap perempuan berharap ada bahagia yang mengisi ruang hati. Pasangan yang ideal, anak-anak yang santun lagi berbudi, serta keluarga besar yang senantiasa mendukung.

Tapi hidup bukan hanya perkara bahagia saja bukan? Definisi bahagiapun menjadi lebih lengkap setelah ada pergulatan rasa sebaliknya, dukacita.

Untuk para perempuan tangguh, semoga sehat selalu yaaaa.. Sejatinya hidup mengajarkanmu untuk mengenal apa arti kehilangan, apa arti duka, apa arti terluka. Hingga kau lebih memaknai setiap nikmat yang bisa direguk pada saat ini.

Ketangguhan itu memberimu kekuatan untuk bisa berdaya, menghadapi apapun badai yang datang. Duka yang menghampiri tak membuatmu berputus asa, bahagia yang menyapa tak membuatmu lupa diri. Ini adalah nikmat yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Untuk para perempuan tangguh, tetaplah menjadi tangguh yaaaa.. Cukuplah Allaah sebagai sebaik-baik penolong. Kau adalah madrasah pertama dalam kehidupan anak-anakmu. Satu pelajaran dasar yang perlu mereka kuasai adalah bertahan dengan nilai-nilai tauhid.

Untuk para perempuan tangguh, terimakasih, karena sudah menginspirasi sebanyak-banyak orang yang mengenalmu, untuk senantiasa berpeluh tanpa keluh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *