Hobi yang Dibayar

Dulu kalau ditanya hobinya apa, sering jawab: membaca dan menulis. Dan saya perhatiin, banyak teman yang menjawab serupa. Konon, ini adalah jawaban yang aman, terutama kalau pertanyaan muncul pada masa ospek. Kalau dijawab menyanyi, nanti bisa-bisa disuruh nyanyi di depan seluruh penghuni sekolah/kampus. Baca dan nulis mah aman ya, tinggal mbacain dan nulis. Aktivitas yang ‘membosankan’ pagi non pecinta literasi.

Dorongan saya menjawab hobi baca dan tulis ini beda sama teman-teman kebanyakan. Saya beneran suka baca (meski hanya buku-buku tertentu) dan beneran suka nulis (beberapa tulisan yang dimuat di surat kabar pada masa berseragam putih biru dan putih abu bisa jadi parameternya lah ya).

Saya tahu bahwa dengan menulis, seseorang bisa mendapatkan income. Yang saya tidak tahu pada waktu itu adalah bahwa dengan membaca, seseorang bisa mendapatkan income. Bertahun-tahun kemudian, saya mengenal istilah read aloud. Seseorang yang ahli membaca nyaring untuk diperdengarkan ke audiens, bisa mendapatkan income.

Lalu, apa persisnya yang sudah saya dapatkan dari kedua hobi ini?

  1. Membaca buku-buku mengantarkan saya pada komunitas Spirit Nabawiyah Community yang menjadi rumah bagi semua komitmen saya bermanfaat untuk ummat. Di SNC, saya bisa menumbuhkembangkan potensi diri, hingga bisa menjadi luas kebermanfaatannya.
  2. Menulis membuat saya memiliki warisan untuk generasi-generasi penerus. Berharap bisa meninggalkan jejak-jejak kebaikan dan menginspirasi sebanyak-banyak orang kelak.
  3. Income-income mengalir saja entah dari pintu yang mana. MasyaAllaah. Alhamdulillaah. Buku yang dibaca menjelma jadi ilmu yang bisa ditularkan. Tulisan yang tersebar, dengan ijin Allaah, membuka channel-channel yang terketuk hatinya.

Hobi yang lain bagaimana?
Ah ya, saya juga hobi nge-baking, bikin kue. Pada satu masa lalu, lewat jalur per-bakingan inilah kebutuhan pokok keluarga terpenuhi. Dari hobi mengajar juga pernah dapat income. Bahkan sampai sekarang, hanya beda audiens saja.

Berdasarkan lintas memory tentang hobi, jadi terpikir, kira-kira, hobi saya yang mana yang belum di-eksplor? Hahahhahahh..
Karena bisa jadi, itulah pintu income yang berikutnya.

2 responses to “Hobi yang Dibayar”

  1. Kang zai Avatar
    Kang zai

    Haaii maak salam kenal yaaah, saya kang zai saya sampai kesini tadi kepoin iG mak eh taunya ada wwww hihi pas di brosw masyaAllah luar biasa ternyata

    1. Sri Wulandari Avatar
      Sri Wulandari

      masyaAllah Mang Zai 😍😍😍
      makasih yaa udah mampir
      semoga ada manfaatnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *