Pembentukan Karakter

Seberapa besar sesungguhnya pengaruh lingkungan pada pembentukan karakter kita?

Mari kita tengok kembali pada kisah siroh, akan kita temukan pembelajaran terbaik, insyaAllah.
“Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu ‘Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu.” (HR. Al Baihaqi)

Buku Muhammad Teladan Sepanjang Zaman mengabadikan kisah tentang Abu Bakar pada Jilid Pemuda Tepercaya halaman 16. Karakter Abu Bakar disebut sebagai seorang pemuda yang mudah bergaul dan disukai oleh banyak orang. Tidak menyentuh khamar dan tidak menyembah berhala. Terlahir dari keluarga pedagang yang kaya, Abu Bakar tumbuh menjadi pedagang yang sukses. Ia cerdas, mahir tulis menulis dan menyukai syair.

Kita bisa mengenal lebih dekat lagi dengan Abu Bakar di buku 64 Sahabat Teladan Utama jilid Khalifah Pertama. Satu jilid khusus yang membahas tentang sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq.

Abu Bakar di masa mudanya, sangat senang duduk berlama-lama bersama para penganut hanifiyah (ajaran agama lurus, warisan Nabi Ibrahim a.s).
“Siapa kelak yang akan menggantikan posisi mereka?” pikirnya pada saat itu.
Ia juga memperhatikan, akhlak sahabatnya, Muhammad, memiliki kesamaan dengan pengikut hanifiyah.

Ketika ia mendengar Muhammad memperoleh wahyu, mengemban risalah dari langit, segera ia bergegas menemui. Menanyakan apa yang ia dengar. Rasulullaah menjawab dengan tenang, menjelaskan apa yang terjadi dan mengajak Abu Bakar untuk menyembah Allah semata. Tanpa ragu, Abu Bakar langsung mengikuti Rasulullaah.

Mengenal Abu Bakar, kita bisa melihat gambaran persahabatan Rasulullaah, serta lingkungan yang bagaimana yang membentuk karakter Rasulullaah. Dengan ijin Allah, kita bisa meneladani lewat literasi siroh.

Hari ini, jamak kita dapati cerita tentang anak-anak yang memiliki karakter jauh dari harapan. Pilihan kata-kata yang kasar, suara yang menggelegar terhadap yang lebih tua, berbohong, mencuri, melukai, dan lainnya. Kita berupaya melindungi anak-anak kita, namun akan ada masa dimana mereka akan menghadapi dunia tanpa kita.

Ya, menguatkan karakter anak-anak dengan kisah-kisah keteladanan adalah keniscayaan. Sudah darurat untuk dilakukan sekarang juga. Sebab peng-instal-an nilai-nilai karakter juga membutuhkan waktu untuk bisa terinternalisasikan di dalam diri anak-anak. Semakin dini mereka diceritakan kisah-kisah keteladanan, insyaAllah akan semakin efektif.

Namun tak cukup hanya membekali anak-anak kita sendiri, tapi juga perlu berjibaku bersama untuk membekali teman anak-anak dengan kisah-kisah keteladanan. Maka kita perlu berdiri bersama dalam satu barisan. Mengupayakan benteng yang bisa menjadi tameng bagi ancaman degradasi moral anak-anak bangsa ini.

SNC hadir untuk mewadahi kita dalam gerakan MEMBACA UNTUK NEGERI. Menghidupkan siroh dalam keseharian, dengan memulai membacakan kisah-kisah keteladanan pada anak-anak. Sampai dengan hari ini, sudah 13.600++ member yang tergabung untuk berjuang bersama. Yuks, gabung yuks, kita luaskan lagi lingkaran ini ^^

GABUNG SNC https://tinyurl.com/gabungSNC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *