Pagi-pagi Baca Buku

Saya paling suka baca buku di pagi hari, sebab pagi-pagi itu biasanya pikiran jernih, sehingga bisa fokus memahami sesuatu hal. Tapi selaiknya para mamak, pagi-pagi itu waktu yang sangat krusial. Beragam rutinitas perlu kami selesaikan sebelum akhirnya bisa ber-me time membaca buku. Tergerus rutinitas, pikiran kerapkali tak lagi jernih. Nah loh..

Bertahun-tahun lampau, jadwal pagi-pagi baca buku ini menghilang dari habits saya. Antar jemput anak, memasak, menambah pundi-pundi dapur dan aneka ragam amanah lain berebut meminta perhatian. Waktu itu dengan ‘sok sibuk’nya saya mendamaikan hati dengan berbisik lirih, “ga pa pa sekarang ga baca buku Ul, kan kamu lagi berkontribusi untuk masyarakat.”

Kalau ingat masa itu, aslik malu bangeetttt… Kelihatan sekali kalo saya belum mampu memetakan skala prioritas pada aktivitas-aktivitas. Jadinya yang muncul adalah alasan demi alasan. Katanya hobi baca buku, tapi kok ga pernah baca buku? Duuhhhh… tajem amat pisaunya.

Makin kesini, alhamdulillaah diparingi kesadaran. Tobat. Teko yang terus menuang tanpa pernah diisi ulang, ya habis. Berasa sih, setelah bertahun-tahun ga baca buku, jadi ga ada isinya ini pikiran. Hiks.

Maka, membaca buku kini masuk dalam prioritas utama. Setelah utak atik waktu dan menimbang rasa pada pengalaman baca buku, pagi-pagi itu paaaassss banget kalo dipake buat baca buku.

Trus rutinitas pagi lainnya gimana dong?

Digeser. Ga mudah untuk menggeser rutinitas yang rasa-rasanya, sama pentingnya. Nasehat Ustad Lukmanulhakim jadi pegangan buat saya. Kata beliau, “Ada niat, insyaAllah ada banyak jalan. Ga ada niat, pasti banyak alasan.”
Begitu sudah ada niat untuk baca buku di pagi hari, auto banyak jalan yang terlihat untuk mewujudkannya.

Memasak di pagi hari dirubah menunya jadi yang simple, anti ribet. Tadinya masak untuk pagi+siang, diubah jadi masak untuk pagi saja. Roti tawar atau omelet jadi pilihan favorit. Alih-alih rempong di dapur, kami malah jadi punya quality time di meja makan. Baca buku iya, ngobrol sama anak-anak juga iya.

Ya… pagi-pagi baca buku, sangat mungkin sekali dilakukan, bahkan oleh ibu rumah tangga yang ‘tampak’ hectic dengan kerjaan rumah tangga yang ga habis-habis. Beberesnya gimana? Digeser saja waktunya, misal pas anak-anak sudah berangkat sekolah, baru deh beberes segala pekerjaan rumah tangga.

Efeknya apa sih pagi-pagi baca buku?
1. nambah ilmu
2. lebih mudah menyerap/memahami isi buku
3. karena paham sama isi buku, jadi lebih terdorong untuk praktek dalam kehidupan sehari-hari

Mari bayangkan, kita baca buku siroh 64 Sahabat Teladan Utama jilid Pedagang Dermawan Ahli Surga pada pagi hari. Apa efeknya?
1. nambah ilmu tentang siroh itu sendiri
2. lebih mudah menyerap/memahami kisah-kisah yang diceritakan pada buku itu
3. karena udah paham, ada dorongan dari dalam diri kita untuk juga menjadi seorang pedagang yang dermawan, dan berharap menjadi ahli surga karena kedermawanan kita

Gimana? Kebayang yaaa… efek dahsyatnya membaca buku di pagi hari?
So, udah baca buku apa pagi ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *