Merasa Kaya dengan Punya Buku

Ada masa ketika hidup tidak menyodorkan keberlimpahan. Perut keroncongan sedang periuk tak menyisakan sebutirpun beras. Terseok-seok menyusuri jalanan, ah kemana perginya tenaga muda ini, berharap ada sebidang ladang yang bisa digarap.

Satu dua masa yang memerihkan hati. Terkadang hanya mampu menatap nanar selayang kamar ukuran 2,5 meter x 2,5 meter, akankah aku berakhir disini?
Tapi Allah Maha Baik, selalu didatangkannya rejeki setiap ciptaan dengan arah yang tak pernah bisa ditebak. Kita hanya diminta untuk bersabar, juga bersyukur dalam ketaatan kepada-Nya.

Pada masa itu, ada satu penghiburan yang tak pernah usang. Setumpuk buku di sudut kamar, lembaran-lembarannya melambai penuh semangat, meminta untuk dibaca, dibaca dan dibaca lagi. Buku membawaku pada dunia lain, membuka cakrawala, mengisi lintasan-lintasan pikiran dengan hal-hal baru.

Uniknya lagi, buku-buku turut andil dalam membentuk karakter. Karenanya ku selalu mencoba berhati-hati untuk memilah buku mana yang boleh masuk dalam wishlist.

Kembali pada masa yang tak mudah, buku-buku menghibur dengan caranya sendiri. Dan ternyata, bersama buku, aku justru merasa jadi orang yang paling kaya, meski perut memerih. Ku baca tentang ujian para sahabat, sungguh, perkara papa bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, namun kekuatan iman menjadi benteng yang tak mudah dikalahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *