Adaptasi

Yang membedakan Januari dengan bulan-bulan lainnya adalah Januari identik dengan:
1. impian (harapan)
2. lets go, start running

Menarik, bagaimana seseorang bisa dengan sebulat-bulat tekad, menuliskan beragam harapan di awal bulan Januari, namun masih di bulan yang sama, harapan itu menjadi harapan di tahun berikutnya juga. Nyaris tak ada perubahan. Cunghand yang sekufu sama saya, masuk tim mulai diet besok deh. Wkkwkwkwkkkk.

Menarik juga, bagaimana seseorang bisa langsung melesat berlari, begitu satuan waktu menunjukkan 1 Januari. Gesit ia kesana dan kemari. Tak hanya menggaungkan wacananya, tapi juga menunjukkan aksinya. Tapi, meski demikian, masih di bulan yang sama, aksi itupun surut. Tampaknya ia kelelahan, ketika hasil tak juga mewujud.

Maka kini kita belajar bagaimana pengaruh kemampuan adaptif seseorang mempengaruhi daya lentingnya. Pada setiap rintangan-rintangan, akankah meruntuhkan semangat juangnya? Atau justru rintangan itulah yang membuatnya makin bertumbuh.

Setiap kita, barangkali mengenal seseorang yang nyaris tiap harinya mengeluhkan segala hal yang menghampiri kehidupannya. Mulai dari secangkir kopi yang tak mengepul, hingga datangnya pekerjaan yang terlalu banyak. Mulai dari selapis daging masuk dalam perutnya, hingga uang parkir dua ribu perak yang harus ia keluarkan. Begitu banyak keluhan, hingga ia tak mampu melihat nikmat yang terhampar. Terpesona pada kemudahan dan kelapangan orang lain, hingga tertutup hatinya akan harta yang telah tergenggam. Pada akhirnya, ia tak menjadi siapa-siapa, pun bagi orang-orang terdekatnya. Ia merasa sepi dalam riuh keramaian.

Sebaliknya, kita juga mengenal seseorang yang tiap hari hatinya dipenuhi dengan kesyukuran, yang menjadikan nikmat makin bertubi-tubi datangnya. Kebahagiaan melampaui harta yang ada di tangan. Bisa jadi hanya sepotong tempe yang dapat ia telan setiap harinya, namun nominal terbesar dalam dompetnya begitu mudah berpindah tangan. Ia juga terpesona pada kemudahan dan kelapangan orang lain, namun dengan versi yang berbeda. Dalam keterpesonaannya, ia melantunkan doa kebaikan pada mereka. Padanya, kita belajar arti ketulusan.

Hidup tak selalu dalam garis lurus. Belah pahit belah manis. Terkadang kita di atas, tak jarang kita di bawah. Kemampuan adaptif menjadi benteng pertahanan, apakah kita akan digerus zaman, atau sebaliknya, mampu melalui dengan peran sebagai khalifah-Nya.

Januari 2023. Hidup masih terus berjalan. Peran masih terus dimainkan. Mari melakukan yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *